Kesalahan dalam Tayangan yang Mengungkap Dunia Alam Gaib (No pict)

Hal-hal gaib itu nggak akan pernah bosen buat dibahas dan ditonton. Soale gak ketok eh nggak kelihatan. Coba kalau kelihatan mesti pada bosen deh ya. Sama kayak kita melihat manusia lainnya yang nampak mesti bosen deh ya. Tapi bahas roh manusia atau arwah atau apa deh lah malah ramee. Terlebih jika bahasan tersebut jadi satu acara di TV maupun di channel youtube.

“Ada beberapa kesalahan yang terjadi dalam acara semacam itu.”

Informasi kurang tepat maupun hal yang keliru disampaikan oleh host, ahli supranatural, juga yang diakui sebagai Indigo. Kelihatannya tidak masalah sekalipun mereka mengakui bahwa itu adalah hiburan semata. Namun tentu itu membodohi kita secara tidak langsung. Akibatnya kita jadi percaya seratus persen akan informasi yang disampaikan.

“Melalui banyak diskusi saya bersama suami, ada banyak hal yang keliru ternyata termasuk apa yang saya lihat sendiri.”

Seperti yang pernah saya sampaikan pada tulisan “Adakah Tingkatan dalam Indigo” bahwa saya dan suami bisa melihat makhluk gaib. Namun saya tidak lebih baik dibandingkan dengan suami. Apa yang saya lihat bisa jadi berbeda dari yang suami lihat. Okelah gak usah panjang buanget pembukaannya kita mulai saja pembahasannya.

Ukuran Sesungguhnya
Banyaak dari tayangan menyebutkan di sudut di tempat itu ini anu penghuninya sebesar pohon kelapa. Ada lagi yang bilang segede raksasa, setinggi orang dewasa, tinggi 2 meter dsb. Jadi yang benar yang mana?

“Memang iya setiap makhluk disana ukurannya berbeda tergantung bangsa, jenis, suku serta berasal dari dimensi ke berapa.”

Tapi suami pernah mengatakan pada saya besaran aslinya adalah se-jari telunjuk orang dewasa. Semula saya nggak percaya sampai saya sendiri beberapa kali melihat memang setinggi itu. Ada sih yang hampir se-orang dewasa tapi kata suami itu dari dimensi jauh.

Pernah terekam juga sayangnya itu di fb. Jadi saya nggak tahu link nya. Di video itu ada anak perempuan lagi mau buat video tentang dirinya. Tiba-tiba muncul makhluk kecil keluar dari kolong sofa. Saat si anak perempuan itu mundur dan sepatunya menginjak makhluk itu. Anehnya setelah diinjak tak ada bekas bahkan menghilang.

“Kok bisa nampak besar ya?”

Tahu proyektor nggak? Gambar didalamnya kecil kan? Tapi setelah ditampilkan di layar jadi besar. Iya itu hanya bayangan mereka aja yang nampak besar. Semakin kita takut maka semakin mereka jadi besar.

Hantu Pocong itu Nggak Ada
Kalau maksud pocong dalam artian mayat terbungkus yang terusan loncat2 ya nggak ada lah! Jika bertemu seperti itu waspadalah ada dua kemungkinan : Orang ngeprank dan begal. Iya ada memang begal yang salah satu caranya menakuti korbannya dengan pura2 jadi pocong. Sah kalau kalian lemparin batu.

“Nah kok jadi ada?”

Pertama : Karena manusia udah takut duluan sama bentuk jenazah yang dibungkus kain putih sebelum dimakamkan jadinya tertanam di mindset bahwa itu ngeri dan itu bakalan jadi setan atau hantu.

Kedua : Jin memanifestasikan hal tersebut dengan cara mereka mengubah wujudnya jadi pocong seperti yang dipikirkan oleh manusia.

“Lalu yang sesungguhnya tentang pocong ini bagaimana sih?”

Ada sebuah kesalahan disini. Bahwa ada makhluk yang….hm….yang…bisa dibilang hampir mirip tapi gak seperti pocong itu lah. Malah kalau kata suami lebih mirip dementornya harry porter. Mereka dingin, gak punya wajah, melayang yaah semacam pakai jubah lah. Kalau kita berada didekatnya energi kita akan tersedot dan rasanya dingiin banget bahkan kalau gak kuat pingsan. Gerakannya memang cepat baru berkedip aja tau2 udah didepan matamu lhooo hii….Lebih tepatnya dia tak bernama dan jarang menampakkan diri. Namun pernah ada video yang menampakkan kemunculan makhluk ini bahkan mengejar si perekam video.

Menghadapi Tuyul
Dengan semakin majunya dunia supranatural dan segala isinya tentu ikutan upgrade lah. Tak selamanya ketinggalan jalan. Benar masih ada petuah petuah nenek moyang dalam menghadapi makhluk bernama tuyul itu kasih permen, kasih mainan, pasang cermin, letakkan yuyu (kepiting yg ada di got atau sungai) dsb yang masih berfungsi. Namun ingat!! Tak semuanya berlaku lagi untuk setiap tuyul yang muncul.

“Kok bisa?”

Saya jabarkan disini ya pertama makhluk2 yang biasa digunakan untuk mengambil uang tak hanya tuyul. Sudah beragam jenis termasuk yang pernah saya temui ada dari bangsa peri. Belum dari bangsa yang lebih tinggi lagi. Ini perlu dipahami dulu sebelum kita menilai kasus kehilangan uang secara tiba-tiba. Soalnya banyak kok yang hilang tiba-tiba bukan karena tuyul tapi karena manusianya sendiri hehe.

Cara kerja tuyul dengan mencium aroma uang. Mau disembunyikan di brankas juga dia bakalan tahu. Terus operasional mereka hanya di satu area dan gak terlalu luas juga targetnya gak mungkin satu orang doang. Sebab dia gak mungkin jauh jauh dari pemiliknya. Jadi gak mungkin pemiliknya di kota A operasi tuyulnya di kota B soalnya mereka nggak bisa antar kota kan bukan copet bis.

Sejauh ini meletakkan cermin di bagian kotak penyimpanan uang sudah cukup membantu. Namun jika memang bisa dicari siapa pemiliknya atau bisa memanggil “orang yang ahli” sangat dipersilahkan. Asalkan sudah dianalisa lebih lanjut bahwa ini memang kasus tuyul bukan asal tuduh dan asal bunyi ya.

Wah sudah cukup panjang ya rupanya tulisan kali ini. Sebenernya masih ada lagi yaitu menghadapi kuntilanak. Tapi biar nggak terlalu panjang saya stop aja. Semoga bisa lanjut ke postingan berikutnya.

Ingat! Ketika menghadapi makhluk2 astral makhluk halus bukan sok2an pemberani, bukan sok2 gak takut, bukan pula malah nantangin, apalagi ngawur pas ngasih penjelasan soal mereka buat yang bisa melihat. Mereka beda alam kalau kita gak gangguin gak bakalan nongol kok. Kalau gak digangguin eh nongol juga wah itu sih emang kurang kerjaan namanya. Intinya jika takut ketemu mereka wajar! Gak usah ditutupi tapi gak usah lebay. Dibikin bodo amat aja!

Dapet Subscriber Kok Maksa ?

Saya sebenarnya nyaris mau beralih ke youtube karena lebih keren dan bisa otomatis monetisasi. Nggak harus pakai peralatan mahal mau pake smartphone aja udah jadi. Cuma satu masalahnya mau bahas apa? Kalau suami dah punya ide mau bahas yang mistis ntar datang ke tempat yang dianggap serem berdua terus saya bagian merekam suami bagian yang menjelaskan.

“Sekalipun sejak kecil emang bisa lihat makhluk halus kalau disuruh ke tempat serem dan jadi kameramennya saya sih ogah hahaha….”

“Yaudah kalau begitu abang pegang HP Dita yang menjelaskan.”

“Ini makin ogah kalau saya salah menjelaskan disebelah saya makhluk apa bisa didemo satu kampung bang.”

Belum nggak bisa membayangkan ekspresi wajah suami itu datar terus gimana yak didepan kamera hahaha (kok malah saya ketawa seh). Meski dia biasa Smulean juga sih yaah coba bayangin dia kalo lagi Smulean kayak Crisye nyanyi gitu lah. Mana pernah dia sampai joget heboh gitu. Kalau dia joget ya joget aja dan itu merekamnya harus diem-dieman.

Yaudahlah sambil dapetin gadget baru yang bisa menghasilkan video bagus sambil cari konten yang cucok di hati. Isi akun youtube pakai video dari Smule sekedar buat hiburan aja kalau subscriber banyak ya Alhamdulillah dah. Biar menambah relasi dan subscriber saya ikutan gabung di grup youtuber yang ada di FB. Sama deh kayak saya ngeblog gabung sama grup blogger.

Jujur aja peraturan di grup Youtuber emang lebih ribet dibandingkan dengan di grup blogger. Sebelum masuk musti subscribe akun youtube si pendiri grup. Its OK lah sebab setiap grup selalu punya peraturan. Sama seperti saya yang mendirikan grup Gebyar Nusantara yang bikin beberapa peraturan buat membernya. Tujuannya biar lebih rapi dan postingannya gak bikin sepet di mata ya.

“Semula saya biasa aja ya tapi makin kesini kok eneg.”

Saya eneg sama member lainnya. Mau keluar dilarang suami dengan alasan pertahankan biar bisa nambah subscriber. Duh iya deh saya pertahankan tapi makin lama kayak makin pahit seperti kenangan sama mantan gitu ya. Mau tahu apa yang bikin saya eneg? Ini saya jabarkan per poin.

1 Mau dapat subscriber maksa beuth musti tonton sampai berapa menit, komen, subscribe, like, share belum nanti gak boleh komen “Siip bagus!”, “Oke gan.” (Sejujurnya ye…gak perlu ngancam begini. Kalau mau ditonton bahkan sampai video selesai, buat konten sesuai hati dan bagus. Tak perlu kualitas video bagus amit yakin penonton gak terasa nonton sampai selesai.)

2. Pada pakai inbox, kalau saya inbox mereka kasih link ke channel mereka. Udah gitu minta screenshoot saya udah nonton sampai berapa menit, udah subs belum, udah like belum. Alasannya supaya saya gak bohong karena banyak yang bohong. (Gaes…saya paham subs itu gratisan hanya main kuota tapi kalau gini amat eneg dong. Nunjukin kalau emang kita jiwa preman dan was was mulu.)

3. Pada bercita-cita seperti Atta Halilintar maupun Youtuber lain yang udah berpenghasilan tinggi. Pada beli subs atau channel yang udah termonetize karena ingin cepat berpenghasilan. (Paham kok enak jadi Youtuber kerja dibalik layar dan dapat duit jutaan daripada panasan keliling cari nasabah kayak saya dulu atau sebar brosur. Tapiii pahami dulu bahwa jadi youtuber itu sampingan dan kalian harus punya pekerjaan tetap lainnya. Bukan menjadikan Youtube sebagai pekerjaan utama semata.)

4. Demi mengejar subscriber mereka rela buat konten gak mutu, gak informatif akhirnya jatuh pada menghina seseorang (ada konten kumpulan status WA bikin baper deuh saya gak gampang baperan jadi sampe mengernyitkan dahi dan bertanya what is this? ada juga konten game yang maksa jaman FF dia FF semua jaman Mobile legend dia ikutan tapi gak ada penjelasan dia main sama siapa kek ada apa disana kek pokoknya dia lagi main divideoin kasih judul epic lah? pernah ada satu video isinya cuma jalan mulu dari mana kemana dia naik motor sambil merekam teros saya suruh lihat jalan?? Nah apalagi tuh konten prank saya benci banget gak mutu sumpah)

Dari poin diatas saya akhirnya minta suami aja coba yang kelola channel dengan obok2 di grup youtuber. Apa hasilnya? mau pake inbox kek merekalah yang bohong gak subscribe. Akhirnya dia emosi juga kan kan kaaan….!!

“abang sih dibilangin ngeyel…”

Hingga pada akhirnya gak banyak lagi yang posting disana. Entah karena kemarin ada yang buat postingan aneh2 atau bagaimana saya gak tau sih. Terhitung udah jarang ada yang upload video terbaru terus disebarkan ke grup itu. Jujur sih channel suami isinya nyanyian dia tapi kalau memang ada yang gak suka saya gak paksain buat nonton. Ditonton alhamdulillah nggak ya udah. Membagikan ke grup itu salah satu usaha juga.

Sama kan seperti di grup blogger? Grup yang masih eksis sampai sekarang bukan member yang isinya minta folbek atau minta dikomen, tapi yang membebaskan membernya sharing link blognya. Udah habis itu tinggal aja. Jika tulisan kita disukai yakin kok akan ada respon disana. Saya pernah ikut grup blogger yang tiap share postingan terbaru minta folbek, dikomen, plus minta klik iklannya. Anda dapat uang saya keok kuota bagoss…!! Bahasannya adsense mulu akhirnya apa yang terjadi? Bosen iyalah sebab tujuannya buat uang bukan untuk menghasilkan karya terbaik untuk dinikmati pengunjung.

Biarkan alami visitor datang bahkan membaca sampai selesai untuk blog. Sama seperti konten di youtube orang akan senang hati nonton sampai selesai. Youtube kan menantang kita untuk membuat konten kreatif yang bisa menginspirasi dan menghibur banyak orang. Bukan berlomba buat datangin penonton sebanyak mungkin. Skemanya kan begini :

Kita buat video-upload ke youtube- ditonton banyak orang-Ajukan monetize-Youtube lihat dulu-disetujui-tunggu sampai batas uang bisa diambil-uang bisa diambil

Panjaaaang dan lamaaa mosok pengen cepet? Apalagi bikin konten yang asal? Apalagi palakin orang biar dapat subscribe? Saya tetap blogger saya bukan youtuber. Tapi melihat banyaknya konten tak bermutu seperti konten prank, video gak jelas, absurd ya jangan harap deh subscriber datang kecuali kalian anak presiden.

Warnain Yuk! Untuk Atasi Stress Orang Dewasa

Bangun tidur kemudian beraktivitas…
Sarapan, mandi, berangkat ke kantor, kerjakan tugas kantoran, pulang, nongkrong sebentar di cafe, baru pulang rumah, kerjakan urusan rumah tangga, tidur.Buat yang kerja kantoran tapi buat ibu rumah tangga?Kadang gak sempet sarapan kadang gak sempet mandi tau tau anter anak ke sekolah duh nyuci baju dulu ke pasar dapet bahan seadanya masak ala ala mau istirahat bentar eh rumah masih berantakan dan belum suami pulang dueeeer….bau acem belum mandi!Semuanya pun harus dilalui apapun kerjaan kita. Nggak heran sebagai manusia butuh namanya refreshing. Jalan-jalan ke tempat yang menarik atau makan bareng keluarga eh tunggu dulu…! Ada saat dimana kita gak bisa melakukan itu. Seperti dadakan hujan deras, badan sakit, sampai pas lagi bokek. Buka smartphone lihat youtube atau buka medsos apa aja. Betul sih…tapi gimana kalau kuota habis atau jaringan super lemot?

“Wah ini kondisi yang bikin super bete.”

Ada yang punya ide nih main boardgame. Okee…menarik! Tapi kalau ini musti ngumpulkan orang dulu. Minimalnya bertiga kalau berdua kurang seru. Hadaw susah! Kalau udah begini jatuhnya seteres sendiri terus bilang “pada asik sendiri gak ada yang perhatiin saya.”

“Tunggu dulu! Daripada bete berkelanjutan kenapa nggak kita cari kesenangan yang bisa dilakukan sendiri?”

Bukan apa-apa sih, ini sebagai antisipasi jika hal diatas terjadi tiba-tiba. Untuk kegiatan yang bisa dilakukan sendiri ada banyak. Seperti membaca buku atau komik, udah siap download film2 bagus jadi bisa nonton di laptop, nah satu lagi nih bisa lho download lembaran colouring for adult. Color apa tuh ah kok bahas kolor tetangga ini Mama Indri.Dih bukaaan….! Colouring for adult itu mewarnai khusus untuk dewasa. Jadi gambarnya memang lebih rumit plus detail dibandingkan dengan gambar untuk anak-anak. Bahkan ada yang coraknya buanyak atau gambarnya lebih ke realistis. Saya pernah mencoba gambar semacam itu dulu untuk papan tatakan. Saya memakai pewarna cat air yang dipadatkan merk Giotto. Saat itu saya pilih cat air padat karena warnanya lebih soft dan natural. Saya juga kurang pede pakai pewarna dengan warna pekat.Nah kembali ke colouring for adult yaa….Jadi kegiatan ini bukan gak ada guna. Ini merupakan salah satu terapi anti stress yang bisa dicoba. Permainan warna pada kertas yang sudah bergambar maupun polos bisa buat kita sejenak melepas penat. Mata kita perlu dimanjakan sama sesuatu yang berwarna-warni cerah. Sebab warna yang cerah bisa buat segar kembali pikiran juga badan. Dengan ini pikiran gak butek dan bisa bikin mood happy. Saya sendiri selain mewarnai juga suka menggambar. Tapi itu kembali kepada mood dan pas dapet gambar bagus baik dari kamera maupun dari google image. Kalau mood gak bagus saya biasanya cari gambar di google yang bisa diprint ya biar gak pecah hasilnya.

“Untuk pewarna biasanya pakai apa saja?”

Semua jenis pewarna bisa dipakai. Tentu kita lihat lagi dong sama medianya. Kalau kertas hvs 70 gram gak mungkin mau pakai cat minyak hehe. Tapi kalau ngotot mau pakai kertas, bisa cari kertas khusus untuk cat minyak beli di gramedia (mahal 10 kertas 30 ribu tapi seni tak mengenal kata mahal yak!). Perhatikan bagian mana yang bisa diwarnai karena itu gak bolak balik bisa diwarnai semua hahaha….kalau mau lebih ringan bisa pakai cat akrilik sebab cat ini bisa dicampurkan dengan air. Beda dengan cat minyak yang harus dicampurkan dengan minyak khusus dan satu botol kecilnya bisa 20 ribuan. Kalau saya pakai minyak goreng bekas goreng ikan jadi muantep dulu lukisan saya di kanvas bau ikan goreng hahaha.Lebih ramah lagi cat air yang jelas pencampurnya berupa air. Mudah didapat dan gak perlu repot. Untuk yang gak mau ribet bisa pakai cat air padat dimana kita perlu oles kuas yang basah ke tablet warnanya dan kalau mau mencampurkan oleskan ke palet yang berfungsi sebagai tutup. Oles kuas ke warna lainnya lalu campurkan dengan dengan warna sebelumnya. Cat air padat setelah tidak digunakan akan mengering sendiri dengan cepat meski tadinya basah.Pensil warna wah ini sih pewarna sejuta umat ya. Lebih ramah dan gak ribet saat pengaplikasiannya. Hanya saya jadi pegal kalau medianya terlalu besar atau pas untuk mewarnai bidang besar. Cuma untuk kesolidan warna jangan ditanya. Eh tapi hati-hati dalam pemilihan merk. Pastikan itu memang merk bagus soalnya banyak merk pensil warna yang setelah dibeli warnanya kurang jreng. Nggak perlu beli yang 100 warna sebab 24 warna aja udah bagus kok plus simpel dibawa kemana aja.
Crayon ini pewarna yang jadi andalan anak-anak saat lomba mewarnai. Sebab jenisnya menutupi objek yang diwarnai dengan bagus. Tapi kalau yang nggak bisa pakainya hasilnya belepotan. Perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Nah dilihat lagi ya crayon dan pastel sekilas hampir mirip. Tapi jelas beda jauh apalagi soft pastel.Water Colour Marker nah ini yang saya pakai baru aja. Rasanya kalau lihat ini masih satu keluarga sama spidol ya. Tapi beda karena ini bentuknya kayak spidol tapi ujungnya kuas lancip dan lembut. Biasa buat hand lettering, kaligrafi, juga buat doddle art. Tapi saya coba untuk mewarnai objek plus di sentuhan akhir saya kuaskan basah. Hasilnya seperti ini….Perlu saya jelaskan kembali Colouring for adult bisa dilakukan ngumpet2 di kantor, di cafe, maupun di rumah. Kita nggak perlu unggah ke medsos hasilnya cukup kita aja yang tahu. Tapi kalau udah gak punya malu upload aja kayak saya hahaha. Kita bebas berkreasi dan merefreshkan pikiran dari rasa penat.Jika kalian memilih mengunggah hasil karya ke medsos, netijen dilarang julid. Apalagi mengomentari warnanya aneh lah, kok gak kayak kenyataannya lah, dibilang gak bisa mewarnai laah. Tunggu dulu! Kegiatan ini untuk refreshing. Jadi semisal ada objek gajah mau diwarnain rainbow juga gak masalah cuy! Warna yang muncul adalah ekspresi diri terhadap kondisi yang tejadi saat itu. Semisal pewarnaan lebih banyak warna gelap tentu tandanya memang pikiran kita lagi ruwet banget. Ada yang warnanya realistis semisal untuk objek bunga, tanaman, hewan. Ini tandanya bahwa kita memandang sesuatu se-natural mungkin dan nggak suka lebay. Hasil warnanya cerah berarti memang lagi mencari hiburan dibalik warna warninya dunia dan kalau udah begini benci dengan warna suram.Mau coba? boleh lhoo…(Bonus ya gaes….)

Jangan Takut, Kenali Santet Lebih Dalam!

Lihat berita di TV yang heboh Eza Gionino mau disantet si penjual ikan arwana. Sampai ngancam mau santet anaknya pula. Upss saya gak mau mengomentari lebih dalam tentang kasus tersebut. Hanya ingin mengambil satu kasus nyata tentang ancaman santet yang gampang banget segampang ngupil pakai jari kelingking.

“Semua orang bisa ancam kita pakai santet.”

Sekedar beribut sandal tertukar aja bisa main santet. Lah kok semudah itu ya? Ada yang bilang tergantung si dukun belum bilang emang kebiasaan orang timur mainnya supranatural melulu. Duh duh STOP STOP! Bubaaar jalan! Hai kalian…! Tak semudah itu ya asal main santet!

“Kita kenalan dulu sama apa itu santet….”

Santet itu perbuatan menyakiti seseorang dari jarak jauh dan biasanya menggunakan media supranatural. Itu pengertian menurut saia hehe doeeeng….!! Jadi kalau nusuk seseorang itu bukan santet tapi pembunuhan kakak…! Untuk melakukan santet utamanya melalui jalur duku eh dukun. Melakukan santet tidak bisa sembarangan seperti tadi cuma sandal ketuker bisa saling santet. Wew…tidak semudah itu. Dukun pun perlu menanyakan apa maksud dan tujuan dari santet tersebut sebelum dilakukannya ritual khusus. Sebab tidak sembarangan dan ada perjanjian khusus, serta mantra, belum memanggil makhluk yang bisa kirim santetnya, sesajennya, etc. Setiap dukun punya cara uniknya dalam menyantet seseorang dan karena saya bukan dukun of course saya gak bisa jelasin atu-atu. Izinkan saya hanya berbagi dari apa yang pernah saya dan suami diskusikan.

“Dukun harus tahu kriteria seperti apa yang mudah disantet.”

Benar! Sebab tak semua orang mudah disantet. Kalau salah bisa berbalik ke si pemesan santet maupun si dukunnya. Itulah sebabnya gak secepat kilat kayak kiriman paket eh pakeeet tukang kurirnya datang wkwk tunggu bentar….

IKLAN IKLAN IKLAN IKLAN IKLAN

Jadi sampai di kriteria orang yang mudah di santet. Seperti apa? Saya hanya menyampaikan apa yang saya tahu. Bisa jadi saya juga ada di kriteria yang mudah disantet tapi jangan coba-coba santet saya karena bisa dihabisin sama suami si dukunnya wkwk….

1. Orang yang selalu was-was, sombong dan bernegatif thinking ria. (orang semacam ini kalau mau dilihat auranya itu pekat gelap dan wuih gak enak lah pokoknya deket2 sama orang semacam ini. Bagi yang peka rasanya cekit cekit kayak ketusuk jarum banyak. Karena bisa dibilang energi positifnya sedikit sementara santet itu energi negatif dan kalo ketemu sesama energi negatif yaa cucok bo!)

2. Orang yang tidak sepenuhnya percaya kepada Tuhan kalaupun iya ibadahnya cuma sekedar menjalankan kewajiban aja. (Sejujurnya saya dulu masuk ke sini. Wih ngapain malu saya sih blak blakan aja. Memang berubah semenjak ketemu sama suami. Orang semacam ini beragama tapi sebatas identitas dan kayak robot aja dalam beribadah. Jadinya rentan terhadap serangan santet maupun pelet dan jenis lainnya)

3. Memang dia pernah melakukan kesalahan besar atau berbuat buruk terhadap seseorang yang mengirimkan santet. (Iya betul! Santet maupun pelet kena sama orang yang memang mereka pernah berbuat salah dan bertabiat buruk sama si pengirimnya. Jadi bisa dipastikan 80% orang yang kena santet ini orang bermasalah ketimbang orang yang baik)
Well buat saya secara umum ada 3 kalau mau dijabarkan bisa 20 poin lebih dah. Saya persingkat biar enak bacanya. Nah terus gimana biar kita gak mudah kena santet? Gampang aja…

1. Usahakan berpikir positif. (Benar satu waktu kita bisa negatif thinking tapi kalau keterusan nggak enak dong ya. Jadi intinya seimbangkan diri kita. Energi positif itu akan jadi benteng bagi diri kita)

2. Mulai tingkatkan diri, percayakan segalanya pada Tuhan. (Jujur saya aja sulit loh mencapai tingkatan ini tapi tetaplah berusaha karena se-galak apa dukunnya se-sakti apa makhluk yang kirim santet tetap tak berdaya kok kalau sudah ketemu sama Sang Pencipta)

3. Berbuat baiklah dimanapun berada. (orang iri itu wajar, sebaik apa kita sama dia. Tapi yakinlah kalau kita tak pernah buat masalah sama dia yak mana mempan tuh santet? Betul apa betul?)

Itu tadi adalah kriteria secara umum yang dilihat oleh dukunnya. Sebelum dia menyantet seseorang. Bahkan ada kok dukun yang menolak dibayar muahal saat disuruh menyantet seseorang. Lah kok bisa? Karena ada kriteria khusus yang dilihat lagi sama si dukun. Apakah itu….eng ing eng….

1. Orang tersebut punya dukun juga di belakangnya. (Ini susah soalnya si dukun harus melawan dukun yang melindungi si target. Kalau dukun tersebut kalah atau memang ilmunya gak terlalu tinggi bakalan lebih mudah. Tapi kalau ternyata imbang atau bahkan lebih tinggi ilmunya dari si dukun yang mau kirim ya mikir dulu aja kali yee….)

2. Orang tersebut punya pegangan. (pegangan bisa berupa jimat maupun bacaan tertentu seperti asmak dan dzikir yang khusus untuk pagar gaib. Kalau pegangan ini sifatnya lebih lemah dari santetnya ya jelas masih mempan di santet tapi macem kena efek sampingnya aja bukan efek besarnya. Ini juga termasuk ke orang yang punya batuan alam khusus baik dari jenis kristal maupun akik dimana secara alami sifatnya sebagai penetral)

3. Orang yang mau disantet berada di luar pulau. (Maap gak bisa antar pulau antar propinsi soalnya bukan bis hehe…jawabannya bukan itu sih. Semua kembali kepada ilmu si dukunnya. Air laut itu penetral dari ilmu2 beraliran negatif. Itulah sebabnya banyak orang yang membawa air laut maupun garam sebagai penanganan pertama saat terkena sesuatu yang berenergi negatif. Mandi air laut juga baik kok. Untuk garam sebagai pengganti air laut, itu yang digunakan adalah garam kasar atau garam krasak yang butirannya gede2 bukan garam halus apalagi beryodium itu sih baiknya buat membasmi penyakit beri-beri dan gondongan yak hehe. Tetapi ada dukun yang bisa mengirimkan santet lintas pulau apalagi lintas negara. Intinya sih kembali kepada ilmu yang dimiliki sama si dukun kalo sakti bener kita tinggal di planet mars aja masih bisa disantet kok)

Sesudah kriteria khusus ini saya mau membahas ada yang serupa dengan santet namun itu bukan santet. Wah apakah itu?

Serupa tapi Tak Sama

Saya lebih suka menyebutnya bermain gelombang otak. Kita bisa mempengaruhi gelombang otak seseorang hingga mengakibatkan ia percaya bahwa apa yang terjadi padanya adalah santet. Namun ini tetap kembali kepada 3 poin pertama tentang orang yang mudah kena santet.

Cara ini lebih smooth dan tak akan meninggalkan jejak supranatural yang bisa diendus oleh para dukun. Bisa kita gunakan fitnahan dari mulut ke mulut untuk mempengaruhi seseorang atau membuatnya gamang dan menyakinkan bahwa dirinya bisa jadi nih disantet sama si A, si B atau siapa saja yang sekiranya membenci orang tersebut. Kita gak perlu ke dukun sebab memfitnah dan membohongi orang itu lebih mudah. Kecuali sama orang yang sudah disebutkan diatas ya susaah. Kalau gelombang otaknya sudah kacau, efek2 berikutnya bakalan kena. Entah sakit tiba-tiba, entah dia merasa sakit tapi saat diperiksa ke dokter baik baik aja, sial terus dsb. Selamaaat….! Anda berhasil!

Tapi jangan lupa dengan karma ya. Sekalipun smooth bukan berarti karma buruk tak akan mengintai lho. Balasan akan setiap perbuatan kita itu tetap ada. Kita berbuat jelek ya bersiaplah menerima kejelekan. Sama begitu juga dengan pengirim santet dan dukun yang melakukannya.

Ketika Hati Berbicara

Ini tulisan juga request yaa jadi buat yang mau request tulisan seputar supranatural, spiritual, indigo juga bisa silahkan komen dibawah. Jika saya paham langsung saya buat postingan jika saya nggak paham yaa perlu diskusi dulu sama suami.

“Dengarkan suara hatimu….”

Duh rasanya gak asing sama kata-kata diatas. Tapi itu cuma majas kah atau…itu asli loh! Suara hati itu memang ada beneran bukan khayalan.

“Suara hati itu yang kayak digambarkan ada malaikat ngasih tau yang baik terus ada setan ngasih tau yang jelek?”

Nggak kayak gitu juga keles. Izinkan saya menjelaskannya disini ya. Suara hati itu tidak semua orang bisa mendengar padahal itu dari hati mereka sendiri. Sebab untuk mendengarkan suara hati kita mesti berada pada posisi tenang, hening, santai, dan ikhlas. Kalo tegang yang ada suara kentut dengernya hehe….

“Tolong bedakan dengan apa yang sedang kita pikirkan ya.”

Kesalahan utama orang dalam mengidentifikasi itu suara hati adalah sama dengan yang kita gumamkan atau kata-kata yang tidak kita sebutkan dengan mulut. Beda…itu namanya apa yang kita pikirkan yaa. Sebab suara hati itu benar-benar murni dari dalam hati manusia. Manusia lain susah untuk membacanya sekalinya bisa itupun harus se-izin Tuhan dan tidak boleh dipakai untuk merusak kehidupan seseorang.

“Suara hati itu benar murni dari dalam hati seseorang dan itu sebenarnya adalah getaran.”

Aslinya suara hati itu berupa getaran yang kemudian oleh tubuh diterjemahkan menjadi bentuk audio. Untuk bisa menerjemahkannya kondisi tubuh harus pada suasana hening atau pada gelombang tertentu (lupa apakah alfa, beta atau gamma). Itulah sebabnya suara hati tidak bisa terdengar setiap saat. Apalagi kalau kita dalam kondisi stress tentu tidak terdengar. Suara hati ini memberikan jawaban atas pertanyaan kita selama hidup dalam menghadapi masalah yang ada. Jawaban yang muncul dari suara hati itu fair atau adil. Tidak membela manapun tapi berjalan di tengah-tengah.

“Tapi berhati-hati, ada lawan seimbang dari suara hati yaitu nafsu. Orang sering terjebak sebab belum bisa membedakan mana nafsu mana suara hati.”

Dan itu benar!! Jangan pernah percaya ada tuntunan hati kok disuruh melakukan keburukan. Duh jangan mau sebab itu adalah nafsu. Nafsu mengarahkan kita ke hal yang enak tapi merugikan diri sendiri maupun orang lain. Itu sangat berbahaya, bagaimana jika yang keluar adalah nafsu untuk membunuh seseorang yang emang nyebelin tingkat provinsi? Terus di depan polisi mau bilang “kata hati saya, saya harus bunuh orang itu.” bukan lagi penjara bisa rsj menanti kita.

Baiklah dari sini bisa kita simpulkan bahwa kata hati itu susah didapatnya dan susah diterjemahkannya. Meski sebenernya seper sekian detik kata hati itu muncul loh. Jangan kaget kalau saat diterjemahkan ke audio yang keluar suara kakek2 atau bukan suara kita. Tapi itulah kita yang sebenernya. Bukan berarti kita kesurupan ya hehe….

Adakah tingkatan dalam Indigo?

Saya dan suami jujur sih orang bakalan bilang kami indigo. Meski kami berdua udah enggan disebut indigo. Sebab kami hanya menjalankan tugas saja di dunia ini dari yang memberi kehidupan. Terlepas kami bisa melihat, mendengar bahkan berkomunikasi dengan makhluk gaib namun kami gunakan seperlunya. Bukan untuk kepentingan infotainment apalagi untuk uang. Jadi mohon maaf kami berdua tidak akan melakukan hal-hal untuk hiburan semata namun untuk berbagi pengetahuan kami siap untuk ngobrol bareng.

“Saya dan suami sering berdiskusi mengenai indigo bahkan jauh sebelum kami menikah.”

Untuk yang sudah pernah masuk grup2 indigo dan sejenisnya saya yakin bakalan bertemu dengan istilah rainbow, crystal, gold, starseed dsb. Perlu saya luruskan dulu pada dasarnya itu hanya ISTILAH dan bukan tingkatan apapun. Dalam dunia nyata ya indigo itu sendiri merupakan tahapan awal bagi seseorang berkemampuan khusus atau mereka yang memiliki bakat. Iya memang betul indigo itu tahapan yang terjadi pada masa anak2 dimana mereka memang diberi kemampuan lebih namun harus melalui ujian untuk lebih meningkatkan diri menjadi tahapan DEWASA. Tidak semua lulus loh dalam ujian tersebut ada yang gagal. Bukan berarti mati atau meninggal ya namun kemampuannya akan terhenti bahkan jadi layaknya orang biasa saja. Untuk yang lulus kemampuannya akan meningkat lebih bahkan ia mudah untuk berkomunikasi dengan alam semesta termasuk sang pencipta.

“jadi sudah paham kan? sekarang saya mau meluruskan kembali soal indigo.”

Selama ini yang dipertontonkan di TV adalah indigo dengan kemampuan supranatural. Lah kalo cuma mau ngobrol sama makhluk halus itu dukun juga lancar keles ngapain jadi indigo? Padahal jenis indigo itu luar binasa banyak eh luar biasa deng. Saya coba jabarkan satu-satu yang saya tahu.

Indigo Supranatural, pada dasarnya kemampuan alaminya berhubungan dengan dunia lain. Namun jika mau diulas lebih jauh mereka ada yang bisa menembus sampai tingkatan dimensi tertentu. Tugas mereka bukan buat ngasih tahu disini ada pocong disitu ada kuntilanak. Tetapi menjaga keseimbangan antar dua dunia. Itu tugas yang berat!

Indigo alam, mereka bisa berbicara kepada alam. Kepada hujan, awan bahkan tumbuhan, hewan juga batu. Ada yang spesifikasinya hanya bisa berkomunikasi dengan batu tapi ada yang bisa semuanya. Mereka bertugas menyampaikan pesan alam namun mereka tak berhak mencegah bencana alam yang akan terjadi.

Indigo sosial, ini jenis indigo yang kalau sekilas dilihat ya gak ada istimewanya. Tapi jangan salah dia bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan siapapun mau tua, muda, anak2, laki-laki maupun perempuan. Mereka juga lebih peka dan tanggap jika seseorang dihadapan mereka punya masalah. Biasanya mereka selalu ada dalam kegiatan sosial maupun kegiatan tanggap bencana sebab jiwa kemanusiaan mereka juga tinggi. Tapi jangan salah mereka itu tipikal susah dibohongi.

Indigo Jenius, biasanya sering dibilang bodoh lah gak bakalan jadi orang berguna lah. Sebab mereka selalu asik dengan dirinya sendiri. Kalau indigo sosial pinter komunikasi nah kebalikannya mereka malah susah komunikasi. Setidaknya mereka butuh asisten atau sahabat yang bisa menterjemahkan apa isi pikirannya kepada orang banyak. Lucunya mereka ini malah jadi tokoh terkenal seperti Mozart, Einstein, dll.

Itu yang saya tahu. Ada yang gabungan dari 2 jenis indigo. Ada pula yang keempatnya bisa tapi biasanya ada kelemahan besar yang dimilikinya. Karena saya hanya menguasai tentang indigo supranatural saya ingin menjelaskan tentang ini saja ya….

“Ini sekaligus menjawab pertanyaan mbak Nicken Nawang Sari tentang benarkah tingkatan dalam indigo itu ada?”

Meski masuk kategori indigo supranatural tak semua memiliki kemampuan sama. Ada yang hanya sebatas bisa melihat makhluk halus saja. Namun ada yang bisa mengajaknya komunikasi. Ada juga yang bisa jalan2 sampai ke dimensi tingkat tertentu. Nah dari sini cukup jelas bahwa untuk tingkatan TIDAK ADA. Kalaupun ada ya dari Indigo menuju Dewasa. Namun untuk ciri khas tiap indigo ada.

“Saya dan suami saya punya ciri khas tersendiri.”

Saya bisa berkomunikasi dengan makhluk halus pada tingkatan tertentu. Ya artinya untuk makhluk yang datang dari dimensi diatas dimensi keenam saya jarang sih bahkan susah. Pertama saya tak ada izin yang kedua bukan ranah saya untuk kesana. Kecuali memang yang dari sana ingin berkomunikasi dengan saya. Tugas spesifik saya adalah membantu manusia lain dalam meringankan masalah mereka baik psikis maupun supranatural. Itulah sebabnya saya memakai kartu tarot sebagai media. Tanpa kartu tarot pun sebenernya tugas saya masih berjalan dan masih bisa saya lakukan. Jika orang melihat saya maka akan merasa ingin curhat apa saja dan saya hanya diperbolehkan mendengar kecuali orang tersebut meminta saran. Benar, saya tak boleh menjudge mereka kecuali udah pada keterlaluan tanpa ba bi bu nyeplos deh.

Untuk urusan dengan makhluk halus, sebenernya saya masih pemula. Dulu saya hanya membiarkan pergi saja mereka yang berusaha mengganggu orang yang curhat. Caranya dengan membuat orang yang curhat tadi terus dan terus berpikiran positif. Makhluk yang berenergi negatif dengan sendirinya gak betah dan minggat. Ada yang marah2 sama saya kalau si orang tersebut berhasil berpikiran positif. Kalau gak salah ada yang pernah meludahi saya kemudian pergi. Intinya kesal karena gak bisa lagi mempengaruhi orang untuk bernegatif thinking terus.

Tetapi semenjak kenal sama suami saya diajarkan cara menanganinya terutama untuk yang bandel. Dari sini juga lah saya belajar sebab ada kemampuan lain yaitu bisa membuka portal menuju ke dimensi lain. Setelah saya bisa, hanya saya gunakan untuk mengembalikan mereka yang bandel ke tempat asal mereka. Tanpa perlu membunuhnya. Tetapi jika sekiranya berbahaya, saya juga diajarkan suami bagaimana cara melawan dan pernah sampai ada yang terbunuh. Sayangnya saya belum bisa untuk penanganan masalah orang terkena pelet dan santet.

Suami saya bisa berkomunikasi dengan makhluk yang bahkan berada di dimensi lebih tinggi dari dimensi ketujuh. Tapi dia gak suka kalau itu hanya digunakan untuk sekedar kepo. Harus ada tujuan dan maksudnya apa. Urusan yang penting karena menyangkut dua alam akan lebih didahulukan. Dia pemegang lisensi khusus dan memang tugasnya lebih kepada menjaga keseimbangan alam manusia dan alam makhluk dimensi lain. Simpelnya dia adalah penetral. Memang nggak kaget kalau dulu banyak orang yang minta berobat sama dia baik medis maupun non medis. Itulah sebabnya juga dia gak cocok kalau ketemuan sama dukun beraliran hitam atau yang punya keilmuan tertentu. Orang semacam itu refleks menjauh dari suami saya. Kalau nggak mereka bisa netral alias hilang kemampuannya.

Sejujurnya tugas suami lebih berat dibandingkan saya. Ketika ada bencana alam dia pasti ngantuk tak tertahankan dan tertidur pulas. Energinya terpakai buat meringankan bencana alam. Itu otomatis dan tidak bisa dia menolak. Sama saya juga seperti itu tapi berjarak selang berapa waktu setelah dia tiba2 bangun biasanya giliran saya yang ngantuk. Semua indigo mengalami hal demikian. Energi mereka tersedot untuk meringankan bencana alam yang ada. Bencana tak bisa dicegah, tetap terjadi namun tingkat kerusakannya lebih ringan.
Nah dari sini saya rasa sudah banyak yang paham ya apa itu sebenernya indigo? SEKALI LAGI SAYA TEGASKAN INDIGO HANYA SEBUAH LABEL DAN TIDAK ADA TINGKATAN DALAM INDIGO. Manusia hidup tak perlu mempersoalkan manusia biasa, manusia super atau indigo. Sebab setiap orang punya tugas masing-masing untuk apa hidup di dunia ini. Kita jangan terjebak oleh sebuah label yang dibuat manusia. Jadilah manusia yang sesungguhnya menjalani kehidupan ini apa adanya bukan ada apanya. Kan daripada pusing mikirin Indigo lebih baik kita sibuk berlomba-lomba untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Setuju?

Pekerjaan Tukang yang Identik dengan Miskin

“Siapa yang membangun Monas ada yang tahu?”
“Ir. Soekarno…!!”
“Salah….!!”
“Kok salah?”
“Ya tukang bangunan lah yang membangun kalau beliau kan yang merancangnya yang pasang bata sampe ngecat ya tukang bangunan laah.”

Tebak2an yang sempat ngehitz jaman saya SMP dulu dimana jawabannya diluar pemikiran kita. Tukang bangunan yang bangun Monas iya juga sih kan gak mungkin Bapak Presiden pertama kita yang bangunnya sendiri. Bisa berapa tahun tuh jadinya hehe….tebak2an yang bermain logika saja.

Pekerjaan tukang termasuk suami saya yang profesinya tukang kayu alias carpenter memang terhitung kelas rendahan di negara tercinta ini. Padahal di negara luaran sono pekerjaan ini sangat berkelas dan yang udah pro aja sekali pakai jasanya gak main-main bayarannya. Peralatannya udah teramat canggih sampai bahan sisa selalu bisa jadi mebel unik dan berkelas.

(hanya ilustrasi ini hasil karya suami saya salah satu alat permainan olah raga yaitu paddle Tonis)

“eh bentar kenapa kok disini profesi tukang identik dengan miskin ya?”

Saya persempit lagi bahasannya ini kita bahas tukang bangunan dan tukang kayu ya. Bukan tukang bakso apalagi tukang siomay soalnya itu bikin saya laper. Jadi begini loh kesalahan terjadi pada individunya bukan pada pekerjaannya seperti : skill yang dimiliki oleh si tukang, cara konsumen atau pelanggan menghargai mereka, lifestyle. Banyak ya tapi apakah semua tukang miskin hidupnya? Nggak loh bahkan ada yang jadi tukang cuma buat mengisi kegiatan aja karena hidupnya udah banyak dibantu terutama sama anak2nya yang sukses. Biar nggak makin penasaran yuuk kita bahas aja satu per satu. Oh ya sebelumnya apa yang saya bahas ini berdasarkan pengalaman saya dan cerita dari suami yang banyak bergaul sama beragam tukang sewaktu di Sumatera sana.

Skill Para Tukang

Ingat! Hidup itu harus punya skill ya bukan sekedar punya sikil (kaki dalam bahasa jawa). Ini adalah masalah utama para tukang di negara +62 yak. Kok bisa? Begini lhoo….dikarenakan tidak ada sekolah khusus pertukangan yang benar2 khusus bukan sekedar kejuruan inilah mengakibatkan banyak orang bisa mengaku sebagai tukang. Khususnya sebagai tukang bangunan. Kalau tukang kayu memang ada namun sebatas kejuruan saja di SMK. Artinya ya basic utamanya aja pengenalan terhadap jenis kayu dan produk turunannya untuk produksi mebel dan hal lainnya. Sekedar buat lemari yang sederhana saya yakin bisa kok lulusan dari sana. Tapi untuk lemari dengan model yang beragam pasti pusing sebab butuh belajar dan belajar lagi.

Untuk dibidang perkayuan kalau kata suami pendalamannya itu macam2. Apalagi kalau sudah masuk pabrik wah bisa pusing. Dalam satu perusahaan saja tukang kayu disana terbagi menjadi beberapa macam. Ada yang bagian pemotongan kayu balok, perakitan atau setting, bagian amplas, bagian semprot atau pengecetan, bagian pengoplos cat, dan bagian pengemasan. Termasuk ada bagian yang ahlinya dibidang lem eh bukan ngelem pake aibon (ntar dikira yang lagi viral) ya tapi mereka ini merapikan mebel yang cacat menyambungnya dengan lem sampai nyaris gak nampak kalau itu sambungan. Kebetulan suami dulu bagian semprot ya tapi tetap bisa kok diminta setting maupun amplas.

“Setiap bagian punya keahlian masing2 dan bagian semprot juga bagian pengoplos cat itu gajinya lebih tinggi.”

Kok bisa? Pengoplos cat itu rumit sebab bermain warna. Belum kalau konsumen minta warna yang aneh bahkan cat bermotif. Cerita suami sampai ada orang dari Jepang minta warna yang belum pernah ada sebelumnya. Mereka punya sampelnya. Sudah berapa negara mereka kunjungi untuk mencari tukang pengoplos cat yang bisa memenuhi permintaan mereka. Sudah banyak yang gagal dan barulah dapat di Indonesia lebih tepatnya temennya suami dulu. Dapat bayaran tambahan dong si tukang oplos cat ini soalnya orang tadi jadi mau menjalin kerjasama dengan perusahaan.

Tukang semprot ini profesi dengan gaji tertinggi dan gak boleh diutak atik di perusahaan. Sekalinya diutak atik hancur dah. Sebab hasil akhir ada di tangan mereka. Skill mereka dibayar tinggi sebab deadline ada ditangan mereka. Bagaimana caranya mereka bisa mengecat dengan teknik semprot, cepat kering, sesuai permintaan konsumen dan hasilnya bagus. Gaji suami dulu di tahun 80 an menuju ke 90 an lah yaa (astaga saya baru lahir di tahun 91 dia udah kerja) perhari 36 ribu sementara yang lain aja standar per harinya masih 6 ribu dan ada yang 9 ribu. Itu belum kalau dapat bonus dan lemburan ya auto kaya dia mah hahaha sayangnya karena masih muda jadi gak mikir saat itu dia mau beli rumah atau apalah.

“masih berpikir tukang itu miskin?”

Jadi intinya adalah kembali pada skill mereka. Skill yang mumpuni dan tentunya didapat dari pengalaman juga belajar sendiri itu mahal harganya. Eh tapi ada faktor lain yang malah buat para tukang ini jatuh penghasilannya.

Cara Konsumen Menghargai Mereka

Kita juga konsumen loh. Lantas bagaimana menghargai mereka? Betul skill itu utama ya. Karena berpengaruh pada hasil akhirnya. Tapi jangan lupa hasil akhir yang baik butuh biaya besar.

Nggak ada dong ceritanya kita pakai tukang bangunan yang pro tapi kita kasih duit 70 juta aja dan disuruh bangun rumah bak istana. Haloo…bangun dong. Hasilnya malah jadi istana kurcaci iyaa.

Jeleknya negara +62 itu gitu. Harga murah kualitas oke yak kapan2 deeh. Tentu harga sudah termasuk bahan bangunan dan jasa ya. Kalau memang terbatas dengan budget katakan saja dan mereka tukang yang pro tahu kok baiknya dibuat bagaimana. Apalagi sekarang banyak konsultan rumah yang siap membantu untuk merancang rumah sesuai budget yang ada.

Sama seperti suami saya siap konsultasi dulu untuk dapat harga yang pas. Maunya kualitas premium harga mahal sudah pasti. Budget pas2an bisa juga yang penting hasilnya rapi. Jadi gak bisa kita teriak ongkos tukang mahal mulu karena mereka menyesuaikan dengan pembelian bahan yang ada ya belum skill yang dimilikinya. Kecuali memang kita punya bahannya dan tinggal mengerjakan saja ya bisa menekan biaya yang keluar artinya hanya bayar jasa saja. Eh tapi kalau skill mereka gak OK terus minta bayaran tinggi….? Hm…tunggu dulu ya. Baiknya baca yang berikutnya dibawah ini.

Lifestyle Tukang

Sebelumnya saya mau bilang tidak semua tukang memiliki lifestyle yang ‘wah’. Ada yang sederhana dan gak mudah digoda tetangga sekitar buat kreditan sesuatu atau beli barang yang gak penting.

Tapi….

Ada yang kayak korek api baru dipamerin dikit udah langsung pengen aja.

Sejujurnya gajian tukang itu tergantung dari pemakai jasa. Ada yang per proyek dimana gajinya lebih gede daripada yang kerja kantoran dan seringnya ini bikin kalap. Namun normalnya gajian tukang itu sistemnya mingguan dimana setiap hari sabtu mereka terima gaji. Sistem harian ada tapi biasanya itu pekerjaan kecil2an. Kalau suami dulu yang pernah kerja sama orang gajiannya tukang mebel khususnya di bagian jati sistemnya “dipinjami” satu minggu 350 ribu. Nah suami akan catat pekerjaan apa yang sudah dikerjakan baik barang baru maupun servis. H-1 sebelum lebaran catatan tersebut disetorkan ke pemilik usaha dan ditotal berapa upah yang diminta dari pengerjaan barang. Jumlah total upah tadi dikurangi dengan totalan 350 ribu yang diberikan setiap minggunya. Itulah uang bersih yang diterima suami. Kadang setahun kerja cuma dapat 1 juta aja serius looh. Sistem ini masih dipakai sampai sekarang.

Terlepas dari sistem apapun itu…masih banyak tukang yang berpenghasilan tinggi. Tapi karena gak bisa mengendalikan diri dengan lifestyle yang ada seringnya terbuai. Uang yang didapatkan bisa terbang begitu saja tanpa adanya tabungan dalam bentuk apapun. Nggak heran sering kita temui mereka tukang bangunan tapi rumah pun masih ngontrak. Sejujurnya saya dan suami juga ngontrak sebelum di Semarang. Tapi kita tetap punya cita-cita pengen punya rumah sendiri. Dari sini kita berusaha menekan lifestyle. Udah biasa aja nggak usah yang aneh2 pakai yang seadanya dulu.

Rasanya kreditan tv, motor, dan barang lainnya bukan hanya tukang aja ya. Sejuta umat melakukan hal itu. Tapi jujur aja dari cerita suami, lifestyle tukang itu seperti minum tuak (minuman keras), (maaf) sewa jasa perempuan malam, karaoke di tempat yg begitulah, pasang togel ada sih tapi ada juga yang nggak. Saya bilang lagi TIDAK SEMUA TUKANG BANGUNAN DAN TUKANG KAYU SEPERTI ITU YA. Itu uang semua loh dan yaah seringnya menyesal kalau udah mulai kehabisan uang mana pas dikejar sama tukang tagihan kredit pula.

Jujur lagi demi memenuhi lifestyle, ada tukang yang sampe korupsi. Nah lhoo kok bisa yaa? Korupsinya gak berupa uang utuh tapi berupa bahan. Semisal dia tukang kayu kan dikasih uang sekian buat bikin lemari dengan kayu jati. Eh ternyata tidak dibelikan kayu jati tapi kayu yang mendekati jati atau sejenis dimana harganya lebih murah. Menang banyak kan? Atau dia tukang bangunan sudah dikasih modal semen, batu, pasir. Harusnya cukup eh di pertengahan jalan dia bilang ke pemiliknya bahwa bahan kurang. Betul di cek sama pemiliknya bahan kurang akhirnya dibelikan lagi. Padahal bahannya ada yang dibawa pulang terus dijual lagi. Itu korupsi yang gak bisa ditangani sama KPK.

Itu dia 3 masalah penyebab tukang identik dengan miskin. Soal skill yang kadang nggak mumpuni, skill ok tapi gak dihargai konsumen, dan lifestyle tukang. Saya tidak bermaksud membuat yang baca tulisan ini menjadi susah percaya dengan tukang kayu maupun bangunan yaa tetapi biar lebih waspada. Soalnya suami saya juga tukang kayu gak mungkin dong saya ngejelekin profesi suami sendiri hehe…..Sebab saya yakin masih banyak tukang kayu maupun bangunan yang profesional dalam bekerja. Mengutamakan kualitas dan kejujuran sehingga apa yang didapatnya menjadi berkah bagi keluarganya.

Oke semoga tulisan kali ini membawa pencerahan dan buat kalian yang juga tukang jangan patah semangat. Kalo diledekin kalian bakalan miskin terus sama orang bilang ke mereka

“ibu…bapak…kalau nggak ada tukang bangunan dan tukang kayu anda akan tinggal di goa sebab gak semua orang bisa bikin rumah.”

Selesai….