Tentang Anak Kecil yang Bisa Lihat Makhluk Halus

Hore…!!

Saya punya ide tulisan lagi buat blog setelah ada satu status di FB. Yup status dia sebetulnya bentuk kekhawatiran kepada anaknya karena bisa melihat makhluk halus. Sekaligus bentuk ketakutan dia sih yang berujung parno sendiri sewaktu dirumah hanya dengan anaknya. Kali ini bahasan mistisnya saya mau mengupas tentang hal ini. Meski saya belum punya anak kecil yang mengalami seperti ini tapi saya pernah menghadapi adik saya yang ketakutan karena pernah melihat sesuatu yang menyeramkan di dinding rumah ketika dia masih balita.

“Anak kecil bisa lihat makhluk halus? Jangan-jangan ini anak Indigo dong.”

STOP! Saya sebenarnya sudah bosan membahas tentang indigo. Saya akan menjelaskannya secara logika dulu sebelum bahas mistisnya. Jadi, anak kecil kan masih bersih, murni serta belum terkontaminasi oleh hal-hal yang dibawa sama ortunya. Artinya mereka masih bisa melihat makhluk yang lebih halus daripada manusia. Serta lebih perasa terhadap hal apapun di sekitaran mereka. Termasuk perasaan orang-orang dewasa di sekitarnya. Pernah kan ada kejadian anak kecil itu nangis kalau digendong sama orang yang “gak suka” atau “pura-pura suka” sama anak2? Tapi bisa tenang kalau digendong sama orang yang tulus dan ikhlas? Seperti itulah contohnya, mereka sensitif.

“Termasuk melihat makhluk halus….”

Ya, ini terjadi sama semua anak manusia yang masih di kisaran umur balita. Perlu saya garis bawahi untuk melihat penampakan satu makhluk halus gak semua nampak di mata mereka. Karena makhluk halus seperti jin itu akan tampak jika : MEREKA MEMBERI IJIN UNTUK BISA DILIHAT SAMA MANUSIA. Kalau mereka gak kasih ijin ya mana nampak. Seorang anak manusia akan hilang kemampuan untuk bisa melihat makhluk halus ini ketika, mereka sudah mulai menginjak usia 6 tahun keatas lah. Kalau saya lebih mudahnya kisaran usia anak masuk SD. Jadi buk ibuk nggak usah khawatir juga gak usah berbangga diri anggap anaknya punya kelebihan hehe.

“Apa ini normal?”

Ini adalah fase normal untuk anak-anak. Jadi nggak perlu khawatir soal si anak ini bakalan di ganggu terus dan kita sebagai ortu bingung menenangkannya. Kita sebagai ortu hanya perlu mendampingi anak dalam fase ini. Contoh ketika anak mengadu kepada kita melihat sesuatu di dekat pintu :

“Ma, ada orang tinggi besar hitam semua didekat pintu. Aku takut ma…”

Maka kita gak perlu ikutan takut cukup katakan :

“Mana sih coba mama lihat? Ah nggak ada kok…” (Pastikan kita datangi tempat yang disebut sama si anak ya).
Si anak akan membalas dengan seperti ini :

“Adaaa ma…serem banget. Aku takut…”

Kita gak perlu memarahi anak. Katakan hal ini :

“Kalau itu ada lagi panggil mama. Biar nanti mama hadapi.”

Nah kalimat diatas memberikan rasa “aman” kepada anak. Ketika anak melihat seperti itu lagi maka dia akan melapor kepada kita. Kita sebagai orang tua juga tidak perlu takut, langsung datang ke tempat yang dimaksud anak. Biarkan anak mau ngumpet di belakang kita atau dia mau dikamar terserah dia. Maka anak gak lagi merasa takut dan nantinya akan hilang dengan sendirinya. Nggak perlu kita provokasi “setan itu nggak ada”. Cukup dengan kalimat diatas anak akan merasa tenang karena ada ortu yang siap melindungi mereka dari makhluk halus yang asing bagi mereka. Intinya dari kasus seperti ini anak hanya perlu pendampingan dari kita. Karena secara psikologis mereka ini masih perlu dibimbing. Bukan diawasi berlebihan.

“Anak saya bicara sendiri, tapi seolah lagi ngobrol berdua.”

Sebenernya kalau saya bilang ini adalah salah satu fase dimana anak belajar komunikasi. Gimana sih caranya dia menghadapi orang lain? Ngobrol sama orang lain? Karena mereka sering melihat orang dewasa berbicara maka dia berusaha meniru. Meski kelihatannya nampak mereka bicara sendiri. Dalam hal ini ada baiknya anak sering kita ajak ngobrol juga meski yang ringan. Misal “adek mau biskuit coklat atau vanilla? Ikut mama ke minimarket yuk biar adek bisa milih sendiri.” Nggak jarang anak2 yang seperti ini kalau kita ajak komunikasi besoknya dia bisa mahir dan santai buat ngomong sama siapa aja. Bahkan bisa jadi pembicara kelak ketika dia dewasa. Itulah gunanya pendampingan orang tua.

Sama seperti kasus ini : Anak kita lagi main masak2an. Pura2nya punya resto dan dia jadi pelayannya nih. Maka si anak pasti akan bertingkah seperti ini seorang pelayan.

“Iya silahkan mau apa? Oh es jeruknya habis adanya es teh mau? Iya es teh satu ya….”

si anak ngomong sendiri atau ngomong sama bonekanya. Plis jangan parno disamakan dengan boneka chucky. Tahukah bahwa si anak ini sedang belajar bermain peran. Dia seolah sedang memainkan peran sebagai pelayan. Boneka yang ada dihadapannya adalah pembelinya. Bahkan nggak ada bonekanya jadi dia sedang berhadapan dengan pembeli imajiner. Kita gak perlu tanya sama si anak begini :

“Tata lagi ngobrol sama siapa?nggak ada siapa2?”

Biarkan dia bebas berekspresi memainkan perannya. Kalau perlu kita ikutan nih jadi pembelinya di resto si anak.

“Mama mau beli dong kata boneka teddy bear masakan Tata enak loh.”

Kita ikut bermain sambil mendampingi anak tanpa perlu menjudge dia bahwa si anak ngobrol sendiri. Namanya juga lagi bermain peran kan seperti itu bentuknya. Tuh kan nggak melulu seram dibilang ntar anaknya main sama setan.

“Tapi ada loh anak yang tiba2 dia main sendiri entah sama siapa padahal kita gak bisa lihat temen mainnya.”

Kalau kita pergoki itu cukup kita panggil dia. Nggak perlu kita marahi sih. Bisa kita suruh dia melakukan hal ringan misalnya : Bentar lagi ayah pulang lhoo….mainnya udahan dulu ya besok dilanjut.” Yakin kalau kita minta dengan cara begitu anak mau. Asalkan dibiasakan ya dan usahakan dalam hati kita juga biasa aja. Nggak usah dag dig dug duerr…! Hal terpenting adalah usahakan kita tidak berpikir bahwa anak lagi main sama setan atau jin atau apalah. Tetap berpositif thinking.

“Tapi kata tetangga saya anak yang bisa lihat seperti itu Mata Batinnya terbuka. Harus ditutup biar anak gak bisa lihat makhluk halus seperti itu lagi.”

Seharusnya para dukun profesional ataupun para kiai akan menolak melakukan hal semacam ini. Alangkah baiknya lagi bisa menjelaskan akan fenomena ini. Karena hal ini normal terjadi pada anak-anak. Sementara Mata Batin bukan sesuatu yang bisa dibuka dan ditutup secara sembarangan. Harus sama ahlinya juga meminta ijin kepada Tuhan, karena ini kan pemberian Tuhan juga. Kalau ada waktu lagi saya mau membahas secara detail tentang apa itu Mata Batin.

Oke deh cukup sekian tulisan mistis saya kali ini. Semoga memberikan tambahan pengetahuan buat kita semua.

Iklan

3 Pertanyaan Umum, Tapi Jangan Pernah Kamu Tanyakan

Tulisan ini saya buat berdasarkan curhatan saya dan ada beberapa curhatan teman saya di Facebook melalui status mereka. Memang perlu diskusi dengan beberapa orang sebelum akhirnya saya keluarkan ini ke dalam blog Mama Indri.

Manusia itu sejatinya selalu butuh hubungan sosial. Jadi hal yang sangat wajar kalau kita masih saling sapa meski itu teman lama. Tentunya makin bertambahnya usia makin banyak perubahan ya. Awalnya masih culun eh tiba-tiba sekarang udah cantik. Tadinya suka jalan sendirian sekarang udah ditemani suami dan anak2nya. Nah saya mau bahas khusus untuk kita saat ketemu temen lama yang udah nikah bahkan udah punya anak. Terlepas kita yang tanya ini masih jomblo atau udah nikah juga.

Dari sekian banyak pertemanan saya…jujur saya menjumpai pertanyaan yang bikin eneg. Saya rangkum menjadi 3 meski yakin sih banyak pertanyaan yang nyelekit juga. Harapan saya sih supaya kita hindari 3 jenis pertanyaan paling mematikan ini. Inilah 3 pertanyaan yang bisa bikin orang gak mau lagi temenan sama kita.

1. Bertanya Sudah Hamil atau Belum

“dah isi belum?”

“kamu dah hamil belum?”

Jujur banget saya pernah menanyakan hal ini sama temen saya. Kebetulan dia baru aja 4 bulan usia pernikahannya. Kita memang suka saling bertegur sapa. Karena buat basa basi bahannya udah habis, jadilah muncul pertanyaan ajaib itu. Semula saya pikir pertanyaan itu adalah hal yang biasa banget ditanya sama orang. Namun setelah saya resapi saya renungi kok jadi gak ada bedanya sama paparazi gitu yaa? Iya niatnya sekedar basa basi tapi seringkali pertanyaan ini jadi pedang buat yang dituju.

Gimana ya? Pertanyaan seputar kehamilan ini hal yang sensi banget. Karena ada perempuan yang menyadari bahwa dia agak susah untuk hamil. Berbagai macam alasan dari jarang “ehehehe” sama suaminya, masalah kesehatan, juga kondisi lainnya seperti saya yang takut kalau gak dibolehin naik pesawat. Karena riskan ibu hamil naik pesawat. Sementara saya harus kejar2an waktu urus ini itu sebab udah ditunggu untuk balik ke Semarang lagi. phew….!!

plis banget…stop tanya hal tentang kehamilan meski untuk basa basi. kecuali memang orang tersebut yang memberikan kabar tentang kehamilannya via status medsos atau ngomong langsung.

2. Bertanya Masih di Rumah Mertua atau Rumah Sendiri.

“sekarang kamu masih di rumah ortumu?”

“eh kamu udah punya rumah sekarang? gak enak loh tinggal sama mertua terus dan nggak bebas.”

Saya pernah bertanya begini dikarenakan mau tengok bayi, iya temen saya barusan lahiran. Jadi, saya perlu dong kejelasan dimana dia sekarang. Tapi hati-hati kalau barusan ketemu sekedar basa basi gak ada angin hujan badai cetar ulalaa.

Siapa sih yang nggak mau nikah langsung punya rumah sendiri? Tapi kondisi karena gak semua orang bisa tiba2 sebelum nikah punya rumah sendiri. Ada juga kondisi mertua yang merasa sendirian jadi minta ditemenin meski anaknya udah nikah. Beli rumah itu butuh perjuangan loh apalagi ngontrak rumah. Belum termasuk ngisi rumah dengan perabotan. Benar bareng sama mertua itu nggak enak, dikit2 diatur belum kalau ada ribut.

Plis banget ini menyakitkan. Nggak semua kondisi ekonomi rumah tangga seseorang kaya raya diawal pernikahannya. Itu mulut tolong dikondisikan ya nanti bisa ditenggelamkan sama Bu Susi.

3. Bertanya Tentang Hubungan Ranjang

“eh kan kamu dah nikah emang gimana sih rasanya berhubungan badan sama suami/istri gitu? enak gak?”

Priiit….!! Maaf! Anda telah melanggar privasi seseorang. Pertanyaan seperti ini sangat dilarang untuk dilontarkan. Sekalipun kamu penasaran bener rasanya kaya’ apa.

Saya menyadari karena hal seksual itu tabu untuk adat ketimuran, beberapa atau bahkan banyak anak2 yang dilarang tahu mengenai hal itu. Termasuk ketika mereka remaja ortu enggan menjelaskan hal semacam ini meski sang anak bertanya. Tapi lucunya kalau udah dewasa mereka harus udah paham. Nah ini kapan tahunya kapan belajarnya harus udah bisa. Pendidikan sex sejak usia anak-anak hingga remaja memang perlu sih.

Tapi gimana mau tahu sejak kecil selalu dilarang untuk tahu tentang hal tersebut? Ada banyak media pembelajaran tentang sex. Kalau sekedar mau tau kayak apa dan mau “nakal” dikit bisa lihat video2 atau foto2 yang maaf gak sepantasnya. Iya dosa kalau kita mau lihat dari kacamata agama. Tapi, untuk sekedar tahu aja dari sana sudah bisa. Saya sih lebih menyarankan video edukatif tentang sex karena penjelasannya lebih enak dan ilmiah.

Plis kalau kamu mau tanya jangan ke pertanyaan ini. This is not your bussiness!! sekedar kepo minggir! Gak usah tanya macam beginian. Bikin malu orang aja deh yaa. Makanya kalau ada pelajaran IPA tentang sistem reproduksi jangan ditinggal tidur. Pantengin terus biar paham dan nggak tanya kek gini sama orang yang barusan nikah.

Menanggapi Orang yang Baru Saja Melahirkan

Suatu hari kita mendengar kabar saudara, teman, bahkan tetangga baru saja melahirkan. Wew senang dong pastinya bisa lihat dedek bayi. Bisa cubit2in hahaha duh jangan deh nanti dimarahi sama ayah ibunya looh. Saya mau bahas tentang satu kebiasaan aneh orang-orang ketika dengar ada yang barusan lahiran.

“Nyinyirin orang yang habis lahiran….”

Padahal orang habis melahirkan itu wuih stress dan lelah banget meski udah kelewat 3 hari. Belum termasuk ada pikiran lainnya yaitu biaya2, bagaimana merawat anak nantinya (buat yang pertama kali melahirkan), dan hal lainnya. Kalau ada orang yang datang tentu harapannya membawa doa doa yang baik untuk si Bayi, ibunya juga keluarganya selain bawa bingkisan hihihi. Tapi orang sekarang itu aneh. Hanya bawa bingkisan dan nyinyiran melalui pertanyaan macam detektif.

“Lahirannya normal apa cesar? Wah cesar apa nggak mahal tuh? Males ya buat ngeden? Bagusan lahiran normal sih.”

“Bobot badannya berapa pas lahiran? wih dikit bener ya itu anaknya si anu montok loh. Dulu pas hamil makannya kurang ya?”

“Lahiran di bidan? Enak di rumah sakit. Nanti kalau ada apa2nya gimana? Di bidan itu peralatannya cuma sedikit.”

Saya mau bahas satu2 ya mulai dari pertanyaan ini :

1. Cesar apa Normal
Saya pernah bertanya seperti ini. Tetapi saya ingin mendapatkan informasi apa penyebab sampai teman saya diminta untuk cesar oleh dokter. Ada yang karena alasan teman saya berkacamata, ada yang karena dia punya asma, dan alasan lainnya termasuk air ketuban udah pecah duluan. Terlepas itu adalah alasan yang dibuat sama dokter (ada yang mengatakan begini biar orangnya mau cesar) atau gak buat saya udah jadi tambahan wawasan.
Habis itu saya coba alihkan ke bab lainnya atau sedikit bermain dengan si bayi. Intinya saya coba hindari menjudge si ibu dan keluarganya.

2. Bobot Bayi
Saya juga pernah berbasa basi untuk tanya berapa bobot bayi. Tapi saya gak mau membandingkan dengan bayi lainnya. Bagi saya setiap bayi itu unik. Pasti punya kelebihan dan kelemahan. Apalagi sampai bilang si bayi ini terhitung kurus saat kelahiran. Bagi saya yang terpenting bayi lahir dengan sehat ibunya pun juga sehat. Bahkan ada kok saat lahir terbilang kurang dari standar saat seminggu setelah lahir bobot badannya naik. Jadi gak bisa kita samakan satu bayi dengan bayi lainnya.

3. Bidan atau Rumah Sakit
Namanya orang mau melahirkan. Kita gak pernah tahu bakalan lahir dimana si bayi ini. Memang bisa dilakukan perhitungan perkiraan kapan lahirnya. Itu baru perkiraan ya, artinya bisa melebihi bisa lebih lambat dikit. Belum ditambah fasilitas terdekat yang ada di lingkungan tempat tinggal. Adanya bidan ya ke bidan aja. Ternyata masih bisa buat ke rumah sakit ya silahkan ke rumah sakit. Kadang baru di perjalanan tiba-tiba si bayi lahir dan untuk penanganan sementara adanya bidan. Ya ke bidan ajalah masa’ iya memaksakan ke rumah sakit. Kita gak bisa judge kok ke bidan karena semua itu kondisional daah.

(Salah satu komenan saya saat menanggapi temen yang barusan lahiran)

Nah pas saya sempat mengkomentari temen saya yang barusan lahiran. Dia memberitahukan lewat status dia. Komen saya cukup simpel tanpa judge yang aneh2. Kecuali kalau ketemu langsung bisa saya tanyakan lebih mendalam. Asalkan tetap pada jalurnya ya dan tidak menjudge. Meski kita hanya menengok bayi baru lahir bukan berarti boleh jadi sok bener. Apalagi pertanyaan semacam itu juga bisa menyakiti dan mempengaruhi kondisi psikologis si ibu. Baby blues sindrom juga bisa berawal dari pertanyaan nyelekit semacam itu. Jadi hati-hati yaa….jadikan diri kita terus membawa energi positif untuk orang lain.

Pasar Dan Energi Negatif Didalamnya

Tulisan mistis kali ini mau bahas tentang Pasar apa saja dan saya hanya mau berbagi informasi dari tulisan ini sih. Nggak ada maksud buat menakuti biar gak ke pasar. Silahkan aja tetap belanja di pasar yang penting tetap hati-hati.

“Nah lhoo hati2 kenapa nih….?”

Iya seperti yang kita tahu pasar kan tempat bertemunya penjual dan pembeli. Disana ada berbagai macam watak orang. Juga kalau beruntung kita bisa mergoki pencopet lagi ngambil dompet orang dengan asiknya. Bisa juga orang yang makan gorengan 2 tapi ngakunya cuma 1. Bahkan pedagang yang pakai penglaris biar rame. Termasuk pedagang curang yang bilang timbangan udah sekilo padahal kurang se ons. Intinya adalah banyak kegiatan negatif di pasar meski ada juga kegiatan positif seperti jual beli sewajarnya. Bahkan gak jarang kan kita temui orang lagi dipasar ribut entah sama preman atau sama pembeli.

“Eh tapi kenapa ya kok bisa begitu?”

Kalau yang muslim mungkin masih ingat bahwa pasar merupakan salah satu tempat dimana kerajaan iblis berada. Sepertinya itu berlebihan ya? But that is true! Bukan karena saya bisa lihat iblis bukaan….tapi lebih melihat ke tingkah laku orangnya. Berasa gak ada habisnya ada aja tingkah jelek orang di pasar. Bahkan kalau kita gak kuat bisa ikutan kena. Iyaa bisa…!! Makanya kenapa harus selalu hati-hati kan gak enak kalau baru dibelakang bilang “duh khilaf di pasar tadi ya ngambilin beras dikit2” nah lhoo…!!

(ilustrasi pasar…nggak harus pasar tradisional. sekelas mall pun juga masih ada dampak energi negatifnya)

“Harus dalam keadaan siap buat ke pasar.”

Siaaap! Graak…!! Eh gak gitu juga kali yaa. Maksudnya siapkan kondisi pas lagi OK banget buat ke pasar. Bener sih sepele kelihatannya karena cuma mau belanja doang. Tapi ini penting supaya tubuh gak gampang tumbang. Sebab putaran energi negatif begitu besar di pasar. Kalau untuk beberapa orang bisa merasakan mual, pusing dan susah konsentrasi. Karena terjadi tabrakan energi antara yang ada di pasar dengan yang ada di dalam tubuh kita.

“Tabrakan energi sama…?”

Ya sama yang ada di pasar itu dong yaa. Bayangkan berapa banyak pedagang yang diam2 ternyata pakai penglaris. Meski gak semua karena masih ada pedagang yang jujur. Nah kalau pedagang yang nakal? Coba bayangkan pasar itu seperti tempat perang makhluk2 tak kasat mata yang diminta sama pemiliknya buat menarik calon pembeli. Kalau saya bayangin kayak perang sinar laser gitu kali ya hehe…..Mana yang ilmunya kuat dia yang bisa menarik pembeli banyak. Mana yang setingkat dibawahnya paling dapat sisa2nya aja. Sementara kita sebagai calon pembeli jadi obyek rebutan makhluk2 itu. Soalnya kan kalau mereka bisa dapetin pembeli banyak ya dapat fee dari pemiliknya gitu loh.

“Jadi itu sih penyebabnya ketika di pasar kok tiba2 jadi pusing.”

Sama aja kayak gini dah. Kita lagi jalan di pasar, anggaplah makhluk tak kasat mata itu jadi terlihat berwujud orang dan narikin tangan kita sambil bilang “mari kak sini aja majikanku jualannya bagus2 loh” atau “sini aja majikanku jualannya murah dan bagus kalau disana bohong mahal semua.” Pening nggak pala tu dengerin kayak gitu. Seperti itulah di pasar dan mereka2 yang narikin kamu itu mengeluarkan energi negatif lumayan lah. Kalau kamu nggak kuat ya udah deh selamaat…! Bakalan terseret dan beli meski sampe rumah mikir “ngapain beli ini ya?”

Kok saya jadi cerita awal mula asalnya pemborosan ini hahaha. Tapi boros bukan karena itu sih nggak ada hubungannya kok. Terakhir sebelum menutup tulisan ini, setelah pulang dari pasar usahakan aja sih untuk bersih2 minimal. Nggak harus mandi bener kita cari cara simpelnya aja. Setidaknya menyingkirkan energi negatif dari badan. Supaya pikiran nggak keruh rasanya dan gampang marah.

Kafir Itu Apaan Sih?

Sudah berapa tulisan saya dikecam sama pihak tertentu karena dianggap terlalu keras. Sebenarnya bagi saya tidak keras, toh tulisan saya nggak bisa dimakan. Hanya tulisan saya ini mencerahkan (Ciee…mencerahkan glowing gitu ya) dan dianggap mencolok mata orang-orang tertentu.

“Tapi mata saya yang kecolok kalau ada tulisan asbun lah…”

Termasuk bahasan Kafir eh serius saya ini heran kok jadi booming lagi. Padahal penjelasan akan hal ini sudah jelas dan bolak balik. Apa karena ada pemilu terus jadi panas lagi?

“Jadi apa sebenarnya Kafir itu?”

Kafir intinya adalah perbuatan menutupi kebenaran. Tuh kan penjelasannya simpel gak pakai ayat pakai hadist. Tapi kena ke hati kamuu. Jadi, penyebutan ini digunakan pada zaman Rasulullah SAW dulu untuk kaum Quraisy. Karena mereka sebenarnya tahu bahwa ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW itu berisi kebenaran. Tapi mereka menutupinya ya akhirnya dapat panggilan kafir deh. Kalau mau melihat ke sejarahnya Rasulullah SAW tidak pernah menyebut satu kaum bahkan memanggil seseorang dengan kafir.

“untuk yang non muslim mereka di jaman itu dipanggil kafir kah?”

Nggak juga bahkan panggilannya sama seperti kita yaitu non muslim atau Ghairu Muslim. Dah titik gak pake sebutan “ente kafir” ya nggak ada. Kalau ada yang ngotot bahwa kata “Kafir” disebut juga dalam Al-Qur’an memang iya ada kok. Tapi paham nggak kalau panggilan itu buat siapa? sudah ada penjelasannya diatas deh ya. Lagipula yang menyebut kafir itu bukan Rasulullah SAW kok. Bahkan Allah lah yang menyebutkan kata kafir itu. Nah lhoo masa’ iya kita yang manusia biasa berani amat nyebut orang lain kafir.

“Lagipula sebutan kafir itu terkesan kasar dan bikin sakit hati.”

Nggak beda jauh sama orang yang belum nikah. Kalian panggil apa? jomblo, lajang, bujang, gadis, mblo, single bahkan kalau sampe tua gak laku juga ada panggilan bujang tua atau gadis tua. Iya sih meski ada orang yang belum nikah juga sampe umur 40 an keatas tapi kalau kita panggil “gadis tua” etis kah? sakit nggak orangnya? okelah atau sederhananya ada orang yang dipanggil “mblo jomblo” ketika udah usia 30 tahun belum nikah juga. Karena gak laku atau faktor lainnya. Sebenernya hati dia pun atiiit deeh dipanggil begitu.

“Panggilan yang baik juga bisa menambah keakraban dan akhirnya nambah pertemanan baru.”

Iya betul sekalipun berbeda agama kita juga tetap harus menghargai mereka. Bukan berarti malah saling serang. Tetap jaga perdamaian di Indonesia ini, ingat….!! Masih Ada Bhinneka Tunggal Ika yang gak boleh luntur meski jaman terus maju.

Ketika Rokok Dilarang, Hal Buruk Terjadi

Hyaah…!! Sebetulnya tulisan mengenai rokok sudah banyak. Baik yang pro maupun yang kontra. Ataupun kisah orang yang tak bisa lepas dengan rokok tapi baik aja badannya. Namun ada juga yang merokok tapi terkena penyakit parah, mengerikan, bahkan meninggal dunia. Termasuk cerita dari para perokok pasif yang ikutan kena dampaknya. Saya nggak mau bahas dari sisi kesehatan. Tentu udah pada tahu, lagipula saya nggak pernah melakukan penelitian tentang rokok. Saya hanya ingin bahas secara umumnya….

Seperti yang kita tahu bahwa rokok di Indonesia ini sudah menjadi keseharian. Siapapun orangnya bisa merokok. Asal nggak merokok di tempat yang dilarang aja sih. Rokok apapun itu mau filter, kretek bahkan rokok lintingan. Pabrik rokok pun tak terhitung jumlahnya. Apalagi buruh pabrik rokok. Boleh dibilang sudah banyak masyarakat yang justru “hidup” dari rokok ini. Bahkan ada juga yang kuliah dari beasiswa salah satu perusahaan rokok. Belum termasuk pemilik warung dan pedagang asongan yang justru penghasilan jualan rokoknya lebih besar dibanding jualan lainnya. Mereka bukannya gak paham kalau rokok itu nggak baik buat kesehatan. Tapi tetap rokok itu ada diperjualbelikan karena sudah menjadi bagian dari sendi kehidupan. Itu penjabaran rokok didalam kehidupan sehari-hari.

(Kalau kamu mau berhenti merokok cukup untuk dirimu sendiri. Jangan sampai memaksa pabrik rokoknya ikutan tutup)

“Oke, kalau rokok itu dilarang apa yang akan terjadi?”

Sekarang kita putar balik semua hal diatas jika benar2 rokok menjadi barang terlarang di Indonesia ini ajalah ya. Bukan hanya dilarang merokok tapi dilarang diperjualbelikan. Luar biasa dampaknya…!! Pabrik rokok langsung bangkrut karena gak ada yang mau beli produk mereka lagi. Oke, yang dapat beasiswa dari pabrik rokok dicabut karena sudah gak sanggup lagi memberikan beasiswa. Kalau gak dapat beasiswa dari sana masih banyak beasiswa lainnya lah yaa….Tapi parahnya lagi semua pekerja di pabrik rokok dari buruh sampai eksekutifnya kena PHK semua dong ya. Pengangguran bukan lagi banyak tapi tumpah kaya’ banjir bandang. Warung yang biasanya bisa dapat recehan dari rokok justru bisa gak dapat apa2 dalam satu hari. Iya kalau ada yang beli barang lainnya. Karena rokok itu menjadi daya tarik tersendiri untuk tiap toko atau warung.

“Ih kan bisa cari pekerjaan lainnya kalau gak ada rokok. Buka usaha kek juga bisa buat buruh2nya. Susah amit sih ya…!”

Tidak semudah itu, Ferguso! Kau pikir cari kerja lagi gampang? Nggak semua para pekerja di pabrik rokok bisa menjalankan sebuah usaha karena ada kok tipe orang yang bisanya bekerja sama orang lain. Lagipula berwirausaha itu jatuh bangun sementara keuangan mereka….ah begitulah ya. Ujungnya paling parah adalah timgkat kriminalitas tinggi. Iyalah gimana nggak? Karena orang udah stress sana sini cari kerjaan sementara keahlian dia dibagian ngelinting rokok (kecuali pabrik yang sudah pakai mesin canggih) tapi udah gak ada lagi pabrik rokok.

“Jadi gimana dong…?”

Pada dasarnya semua itu ada untuk keseimbangan dalam kehidupan. Memang ada yang ngerokok sehat2 aja dan beli rokok terus jadi memberi penghidupan pada orang yang bekerja di pabrik rokok (jangan mikir cuma bikin kaya yang punya pabrik aja ya). Kalau yang malah sakit akibat merokok? Kan para dokter jadi bisa bekerja buat menangani para pasien itu. Lagian gak baik juga orang sehat semua nanti dokternya bingung gak punya pasien hehe. Kehidupan para pemilik warung dan toko juga berjalan lancar. Kok bisa? Iya kan awalnya orang cuma beli rokok eh gara2 lihat mi instan di warung jadi dibeli deh. Nah, seperti itulah keseimbangan dalam kehidupan.

Biar Kamu Tahu Mana Yang Pake Penglaris Mana Yang Bukan

Kali ini saya mau nulis tentang hal mistis lagi. Penglaris itu sebenernya hal umum yang dipakai oleh restoran bahkan warung makan biasa. Tujuannya nggak lain supaya banyak yang datang dan makan di tempat itu. Kalau dalam agama apapun tentu dong nggak boleh. Sudah menyalahi aturan karena pakai bantuan makhluk lain. Sekaligus pertanda bahwa seseorang gak pede dengan rasa masakannya juga serakah dalam hal rejeki.

Oh ya soal rejeki dari warung makan atau penjual makanan itu seperti ini : Makanan yang terjual itu sesuai dengan kebutuhan keluarga kita. Maksudnya gimana nih? Anggap aja kita jualan seblak dengan harga 15.000 nih per porsi. Sedangkan kebutuhan satu hari untuk keluarga kita 100 ribu. Artinya pembeli wajar yang datang itu 10 pembeli atau 8 pembeli itu sudah sangat wajar. Meski bisa terjadi cuma 2 pembeli yang datang ya tetap disyukuri aja. Tapi kok ada yang sampai 50 pembeli? Berarti anggaplah itu bonus dari Tuhan kan gak selalu terjadi. Seenak apapun masakannya pasti pernah rame dan pernah sepi.

“Tapi sebagai manusia kita pasti gak pernah puas. Maunya rame terus sepanjang hari dapat uang banyak.”

Maka segala cara dilakukan supaya usaha rumah makan atau resto ramai. Meskipun sadar hal itu dilarang. Tapi…tunggu dulu. Jangan langsung menyebut bahwa misal warung bakso si onoh pakai penglaris karena selalu rame. Karena tempat makan yang ramai bisa karena dua hal : Memang pakai penglaris dan bisa saja rasanya asli enak jadi orang penasaran untuk makan disana. Hati-hati buat menuduh orang pakai penglaris nanti jatuhnya fitnah deh.

(Bikin seneng di hati lihat yang jualan makanan kayak begini)

“Jadi, apa bedanya yang pakai dengan yang nggak?”

Saya mau menjelaskan secara logika dulu. Warung atau tempat makan yang memakai penglaris selalu punya ciri khas khusus. Ciri ini bisa kok dirasakan sama orang biasa. Salah satunya yang nggak asing adalah : kalau makan di tempat terasa enak banget, tapi coba bawa makanan itu menjauh sekitar 500 meteran dari tempat makan. Rasanya berubah bisa jadi asam, hambar, bahkan ada yang ekstrim tiba-tiba jadi basi. Kalau sudah begitu lebih baik nggak usah dimakan aja.

“Ada ciri lainnya…”

Tentu ada tapi ini lebih spesifik bahkan agak susah karena hanya orang tertentu saja. Untuk orang yang (maaf) standar keimanannya kurang : Dia sudah sekali makan bisa kembali lagi kesana. Sekalipun tempat itu antri mengular nggak peduli pokoknya bagi dia harus makan lagi disini. Untuk orang yang (maaf lagi) standar keimanannya tinggi : Baru mau mendekat ke tempat makan aja udah eneg rasanya. Apalagi dipaksa makan makanan berpenglaris perut terasa penuh. Sampai rumah ada dua bisa dia muntahkan semua atau (maaf) malah perut sakit luar biasa serta langsung ingin BAB. Bukan dalam kondisi sakit justru ini dalam kondisi sehat. Bahkan saat makan di tempat ada yang merasakan makanan itu hambar.

“Tapi untuk yang katanya bisa melihat makhluk gaib…”

Memang untuk yang peka beberapa orang akan melihat penampakan yang nggak ngeh. Seperti ditempat itu ada pocong yang loncat kesana kemari di meja pelanggan, ada yang melihat makhluk hitam tinggi besar di dapur ikut nongkrong bahkan kencing di kuali makanan, termasuk ada seperti anak kecil yang lari kesana kemari meludah di setiap piring pelanggan. Tapi untunya….saya nggak bisa lihat itu hahaha….Jadi untuk antisipasinya lebih ke secara logikanya aja.

“Ada efeknya kalau makan makanan berpenglaris?”

Nah saya kurang tahu untuk soal ini. Tapi beberapa sumber seperti di Youtube channel Paguyuban Suryo Wesi Kendil pernah mengundang salah satu jin penglaris. Tentunya untuk mediasi dimasukkan ke dalam badan salah seorang anggota mereka. Memang di dalam video itu jin mengakui makanan memakai penglaris bisa menyebabkan seseorang sakit.Bahkan sampai meninggal dan itu untuk salah satu tumbalnya.

Tapi bagi saya sih….

Saya nggak ingin sekedar menakuti aja. Lebih ke arah memberi informasi. Meski saya sadari udah banyaak yang bahas seperti ini. Hal paling pentingnya lagi adalah dengan begini kita bisa lebih was was. Udah begitu nggak asal saling tuduh si B jangan2 pakai si C jangan2 pakai juga hanya karena iri usaha warung makan mereka rame. Semua orang sudah ada rejekinya masing-masing kok.